|   Home   |   About Us   |   Products ( 189 ) |   Tips & Trick  |   Contact Us   |
 
Other Headlines
2010-09-06 11:33:08
New Product
Avion, Mobil Sport Satu Liter BBM Tempuh 100 KM
2010-09-06 11:32:39
New Product
Peugeot Bangun Lagi Pabrik di China
2010-09-06 11:32:18
New Product
"Recall" Mazda di Indonesia Terganjal Komponen
2010-09-06 11:31:58
New Product
Nissan X-Trail Versi Autech, Lebih Gaya
2010-09-06 11:31:39
New Product
Calon Mobil Tercepat di Dunia
2010-09-05 11:44:27
New Product
Infiniti M 2011 Etalase Teknologi NHTSA
2010-09-05 11:43:58
New Product
ERP Bantu Smart Fortwo Masuk Jakarta
2010-09-05 11:43:38
New Product
Toyota Uji Yaris Murah di Jerman
2010-09-05 11:43:14
New Product
Nafas Maybach Berhembus Lagi
2010-09-05 11:42:49
New Product
Awas, Serangan Mobil Listrik China!
2010-09-04 09:47:53
New Product
Nih... Mobil Termurah di Eropa
2010-09-04 09:47:27
New Product
Suzuki Obral Karimun Estilo?
2010-09-04 09:47:09
New Product
Toyota, Ford, dan GM Tersenyum di China
2010-09-04 09:46:54
New Product
Honda Bakal Rilis Jazz Diesel
2010-09-04 09:46:29
New Product
Jelang Lebaran, Rental Mobil Ikut Booming
 
 
 
 
Daimler Lepas Kepemilikan di Tata Motors
New Product
2010-03-10 09:49:34
Prinsipal mobil mewah terbesar kedua di dunia, Daimler AG, melepas kepemilikan saham Tata Motors Ltd sebesar 5,3 persen. Pihak Daimler menawarkan 25,6 juta lembar saham di produsen truk dan bus terbesar di India tersebut. Demikian dikatakan seorang sumber yang identitasnya tak mau disebutkan, seperti dilansir Bloomberg.com, Senin (8/3/2010).

Untuk proses penjualan, Daimler menggandeng Citigroup Inc untuk melepas saham yang dihargai 761,3 rupee (sekitar Rp 153.715) dari sebelumnya 737,4 rupee (Rp 148.889) per lembar. Rencananya, proses transaksi akan terjadi dalam waktu dekat dengan total senilai 19,5 miliar rupee atau 428 juta dollar AS (Rp 4,02 triliun).

Pihak Daimler memerlukan dana segar untuk menopang usaha bisnisnya di wilayah Eropa. Pasalnya, pasar mobil di Eropa saat ini masih tertekan pengaruh krisis keuangan global pasca-penghentian insentif mobil baru dari pemerintah.

"Kepemilikan saham ini tak banyak berpengaruh pada Daimler dalam 40 tahun belakangan ini. Selain itu, bisa memperoleh uang segar dalam kondisi saat ini merupakan situasi yang tepat," ujar Arndt Ellinghorst, analis dari Credit Suisse di London.

Dengan tidak adanya lagi kepemilikan saham, kedua produsen mobil yang tadinya mitra kini menjadi rival. Daimler saat ini tengah membangun pabrik di Chennai, India, dan mulai berproduksi pada 2012. (Kompas)

 
 
   
 
Advanced Search : 
Brand :
Kategori :
 
 
.:: Copyright by aksesorismobil.com © 2007 - All rights reserved ::