Untuk proses penjualan, Daimler menggandeng Citigroup Inc untuk melepas saham yang dihargai 761,3 rupee (sekitar Rp 153.715) dari sebelumnya 737,4 rupee (Rp 148.889) per lembar. Rencananya, proses transaksi akan terjadi dalam waktu dekat dengan total senilai 19,5 miliar rupee atau 428 juta dollar AS (Rp 4,02 triliun).
Pihak Daimler memerlukan dana segar untuk menopang usaha bisnisnya di wilayah Eropa. Pasalnya, pasar mobil di Eropa saat ini masih tertekan pengaruh krisis keuangan global pasca-penghentian insentif mobil baru dari pemerintah.
"Kepemilikan saham ini tak banyak berpengaruh pada Daimler dalam 40 tahun belakangan ini. Selain itu, bisa memperoleh uang segar dalam kondisi saat ini merupakan situasi yang tepat," ujar Arndt Ellinghorst, analis dari Credit Suisse di London.
Dengan tidak adanya lagi kepemilikan saham, kedua produsen mobil yang tadinya mitra kini menjadi rival. Daimler saat ini tengah membangun pabrik di Chennai, India, dan mulai berproduksi pada 2012. (Kompas) |